PERANTI LUNAK SISTEM
Ketika Anda membeli sebuah PC, biasanya komputer tersebut sudah memiliki peranti
lunak sistem yang terpasang pada hard disk. Peranti lunak sistem (system software)
terdiri atas program-program yang mengendalikan atau mengelola operasi-operasi
komputer dan perangkat-perangkatnya. Peranti lunak sistem bekerja sebagai
antarmuka antara pengguna peranti lunak aplikasi, dan peranti keras komputer.
Dua jenis peranti lunak sistem adalah sistem operasi dan program utilitas, Bab ini
membahas sistem operasi dan fungsi-fungsinya, juga beberapa jenis program utilitas
untuk komputer pribadi (personal computer PC).
1.1 SISTEM OPERASI
Sistem operasi (operating system-OS) adalah sekumpulan program yang mengandung
perintah-perintah yang mengoordinasikan semua aktivitas di antara sumber daya
peranti keras komputer. Sebagian besar sistem operasi melakukan fungsi-fungsi yang
serupa, yaitu memulai komputer, menyediakan antarmuka, mengelola programprogram, mengelola memori, menjadwalkan pekerjaan, melakukan konfigurasi
perangkat, membuat sambungan ke Internet, memantau kinerja,dan menyediakan
utilitas manajemen file. Beberapa sistem operasi memungkinkan pengguna
mengendalikan jaringan dan mengelola keamanan (Gambar 9-1).
Gambar 9-1 Sebagian Besar Sistem Operasi Melakukan Fungsi-Fungsi Yang Digambarkan
Dalam kebanyakan kasus, sistem operasi terpasang dan terdapat pada hard disk
komputer. Pada komputer genggam dan banyak perangkat bergerak, sistem operasi
tersimpan pada cip ROM.
Komputer-komputer dengan ukuran yang berbeda umumnya menggunakan sistem
operasi yang berbeda. Sebagai contoh, komputer mainframe tidak menggunakan
sistem operasi yang dengan PC. Bahkan komputer-komputer dengan jernis yang sama
seperti komputer desktop mungkin tidak menggunakan sistem operasi yang sama.
Lebih jauh lagi, peranti lunak aplikasi yang dirancang untuk sistem operasi tertentu
tidak akan jalan ketika digunakan pada sistem operasi lainnya. Sebagai contoh, PC
menggunakan Windows XP dan iMac menggunakan Mac 0S X. Ketika membeli peranti
lunak aplikasi, Anda harus yakin bahwa peranti lunak tersebut dapat bekerja pada
sistem operasi yang terpasang pada komputer Anda.
Sistem operasi yang digunakan sebuah komputer terkadang disebut platform. Pada
peranti lunak yang dibeli, paket mengidentifikasi platform (sistem operasi) yang
diperlukan. Program lintas platform adalah program yang dapat berjalan pada
berbagai sistem operasi.
1.2 FUNGSI-FUNGSI SISTEM OPERASI
Terdapat banyak sistem operasi yang berbeda, akan tetapi, kebanyakan di antaranya
menyediakan fungsi-fungsi yang serupa. Bagian berikut membahas fungsi-fungsi
umum pada sistem operasi. Sistem operasi menangani banyak fungsi tersebut secara
otomatis tanpa memerlukan perintah dari pengguna.
Memulai Komputer
Booting merupakan proses memulai atau memulai ulang sebuah komputer. Ketika
menyalakan sebuah komputer yang telah dimatikan seluruhnya, Anda melakukan cold boot, berbeda dengan warm boot yang
merupakan perintah bagi sistem
operasi untuk memulai ulang komputer.
Dengan Windows 10 sebagai contoh,
Anda dapat melakukan warm boot
dengan memilih tombol pada kotak
dialog (Gambar 9-2).
Gambar 9-2 Tombol Power pada Berbagai Device
Beberapa komputer memiliki tombol
reset yang ketika ditekan akan memulai
komputer seolah-olah komputer
tersebut dalam keadaan mati. Ketika
menginstalasi peranti lunak baru, sering kali prompt pada layar memerintahkan Anda
untuk memulai ulang komputer. Dalam kasus ini, Anda hanya perlu melakukan warm
boot.
Setiap kali Anda mem-boot sebuah komputer, kernel dan perintah-perintah sistem
operasi yang sering digunakan dimuat, atau disalin dari hard disk (media
penyimpanan) ke memori komputer (RAM). Kernel adalah inti dari sistem operasi yang
mengelola memori dan perangkat-perangkat, menjaga jam komputer tetap tepat,
memulai aplikasi, dan mengatur pembagian sumber daya komputer seperti perangkatperangkat, program-program, data, dan informasi. Kernel tinggal di dalam memori
(memory resident), yang berarti bahwa kernel tetap berada dalam memori selama
komputer berjalan. Bagian lain dari sistem operasi sifatnya nonresiden, artinya,
perintah-perintahnya berada pada hard disk sampai perintah tersebut diperlukan.
Ketika Anda mem-boot komputer, sederetan pesan akan ditampilkan pada layar.
Informasi aktual yang ditampilkan berbeda-beda bergantung pada pabrikan dan jenis
komputer serta peralatan yang terpasang. Akan tetapi, proses boot sama untuk
komputer besar dan kecil.
User Interface
Anda berinteraksi dengan peranti lunak melalui antarmuka. Antarmuka (user
interface) mengendalikan cara Anda memasukkan data dan perintah-perintah dan
bagaimana informasi ditampilkan pada layar. Ada dua jenis antarmuka, yaitu
command-line dan grafis. Sistem operasi biasanya menggunakan kombinasi dari
kedua jenis antarmuka ini untuk menentukan bagaimana pengguna berinteraksi
dengan komputer.
Antarmuka Command-Line
Untuk melakukan konfigurasi perangkat, mengatur sumber daya sistem, dan
menangani masalah sambungan jaringan, administrator jaringan dan penggunapengguna lainnya yang berkemampuan tinggi bekerja dengan antarmuka commandline. Dalam antamuka command-line (command-line interface), pengguna
mengetikkan perintah-perintah atau menekan tombol-tombol khusus pada keyboard
untuk memasukkan data dan perintah (Gambar 9-3).
Antarmuka command-line sering kali sulit digunakan karena antarmuka tersebut
memerlukan ejaan, tata bahasa, dan tanda baca yang tepat. Kesalahan kecil seperti
kurangnya tanda titik akan menghasilkan pesan kesalahan. Akan tetapi, antarmuka
command-line memberi pengguna lebih banyak kendali untuk mengatur hal-hal yang
kecil dan rinci.
Gambar 9-3 Contoh Antarmuka Command Line
Antarmuka Grafis Bagi Pengguna
Sebagian besar pengguna saat ini bekerja menggunakan antarmuka grafis bagi
pengguna (graphical user interface-GUI). Dengan GUI, Anda dapat berinteraksi
dengan menu dan gambar seperti tombol-tombol dan objek lainnya untuk memberi
perintah-perintah (Gambar 9-4). Banyak sistem operasi GUI saat ini menggabungkan
fitur-fitur yang serupa dengan penjelajah Web

Gambar 9-4 Grafik User Interface
1.3 MENGELOLA PROGRAM
Beberapa sistem operasi mendukung pengguna tunggal dan hanya menjalankan satu
program pada satu waktu. Yang lainnya mendukung ribuan pengguna yang
menjalankan banyak program. Cara sistem operasi menangani program-program
secara langsung memengaruhi produktivitas Anda.
Sistem operasi dengan pengguna tunggal/satu pekerjaan hanya memperbolehkan
satu pengguna menjalankan satu program pada satu waktu. PDA, smart phone, dan
perangkat-perangkat komputasi kecil lainnya sering kali menggunakan sistem operasi
pengguna tunggal satu pekerjaan.
Sistem operasi pengguna tunggal/banyak pekerjaan memperbolehkan satu pengguna
bekeraja dengan banyak program sekaligus dalam memori pada waktu yang sama.
Pengguna-pengguna saat ini umumnya menjalankan banyak program secara bersamaan. Sudah lazim jika program surat elektronik (electronic mail, e-mail) dan penjelajah Web dijalankan sepanjang waktu ketika pengguna bekerja dengan program-program aplikasi seperti pengolah kata dan grafis.
Ketika komputer menjalankan banyak program secara bersamaan, sebuah program aktif di bagian depan (foreground) dan yang lainnya pada bagian belakang (background). Program yang terdapat pada foreground adalah program aktif, yaitu program yang sedang Anda gunakan. Program-program lainnya yang berjalan tetapi tidak sedang digunakan berada pada background.
Gambar 9-5 Foreground dan Background
Program foreground umumnya ditampilkan pada desktop tetapi program-program background sering kali sebagian atau seluruhnya tersembunyi di belakang program foreground. Anda dapat dengan mudah berganti antara program foreground dan program-program background. Hal ini menyebabkan sistem operasi menempatkan semua program lainnya di background
Sistem operasi dengan banyak pengguna memungkinkan banyak pengguna menjalankan program-program secara bersamaan. Jaringan, server, manframe, dan superkomputer memungkinkan ratusan hingga ribuan pengguna terhubung pada waktu yang sama, dan oleh karena itu disebut multiuser.
Sistem operasi banyak-proses (multiprocessing) mendukung banyak prosesor yang
menjalankan program-program pada waktu yang sama. Dalam sistem
multiprocessing, program-program dikoordinasikan pemrosesannya oleh lebih dari
satu prosesor. Multiprocessing meningkatkan kecepatan pemrosesan komputer.
Komputer dengan prosesor-prosesor yang terpisah juga dapat berperan sebagai
komputer fault-tolerant (toleran terhadap kesalahan). Komputer fault-tolerant (faulttolerant computer terus beroperasi ketika salah satu dari komponennya mati, dan
memastikan bahwa tidak ada data yang hilang. Komputer-komputer fault-tolerant
memiliki duplikat komponen-komponen seperti prosesor, memori, dan disk drive. Jika
ada satu komponen yang mati, komputer berganti ke komponen duplikatnya dan terus
beroperasi.
1.4 MENGELOLA MEMORI
Tujuan manajemen memori (memory management) adalah mengoptimalkan
penggunaan random access memory (RAM). RAM terdiri atas satu atau beberapa cip
pada motherboard yang menyimpan data dan perintah-perintah ketika prosesor
menginterpretasikan dan mengeksekusinya. Sistem operasi mengalokasikan atau
menempatkan data dan perintah ke daerah pada memori ketika data dan perintah
tersebut sedang diproses. Kemudian sistem operasi dengan hati-hati memantau isi
dari memori. Akhirnya, sistem operasi melepaskan hal-hal ini dari pemantauan di
memori ketika prosesor tidak lagi memerlukannya.
Memori virtual (virtual memory) adalah konsep di mana sistem operasi
mengalokasikan sebagian ruang dari media penyimpanan, biasanya hard disk, untuk
bekerja sebagai RAM tambahan. Ketika Anda berinteraksi dengan sebuah program,
sebagian dari program tersebut mungkin terdapat pada RAM, sedangkan sisanya
berada pada hard disk sebagai memori virtual.
Gambar 9-6 Konsep Virtual Memory pada Komputer
Karena memori virtual lebih lambat dari RAM, pengguna akan menyadari bahwa komputer bekerja lebih lambat ketika menggunakan memori virtual.
Sistem operasi menggunakan daerah pada hard disk untuk memori virtual, di mana sistem operasi melakukan pertukaran data, informasi, dan perintah-perintah antara memori dan media penyimpanan. Teknik pertukaran antara memori dan media penyimpanan disebut Thrashing.
1.5 MELAKUKAN KONFIGURASI PERANGKAT
Driver adalah sebuah program kecil yang memberitahukan sistem operasi bagaimata berkomunikasi dengan perangkat tertentu. Setiap perangkat pada sebuah komputer, seperti mouse, keyboard, monitor, printer, dan pemindai (scanner) memiliki serangkaian perintah khususnya yang tersendiri dan oleh karena itu memerlukan driver yang spesifik. Apabila Anda memboot sebuah komputer, sistem operasi menjalankan setiap driver perangkat.
Jika Anda memasang perangkat baru pada komputer, seperti printer atau pemindai, drivernya harus terpasang sebelum Anda dapat menggunakan perangkat tersebut. Untuk banyak perangkat, sistem operasi komputer mungkin menyertakan driver-driver yang diperlukan. Jika tidak, Anda dapat melakukan instalasi driver dari CD yang disertakan dengan perangkat pada saat pembelian.
Saat ini, banyak perangkat dan sistem operasi mendukung Plug and Play. Plug and Play berarti bahwa sistem operasi secara otomatis melakukan konfigurasi perangkatperangkat baru ketika Anda memasangnya. Dengan Plug and Play, seorang pengguna dapat memasang perangkat, menyalakan komputer, dan menggunakan perangkat tersebut tanpa harus melakukan konfigurasi sistem secara manual.
Memantau Kinerja
Sistem operasi umumnya memiliki program pemantau kinerja. Pemantau kinerja (performance monitor) adalah program yang memperkirakan dan melaporkan informasi mengenai berbagai sumber daya dan perangkat komputer.
Informasi dalam laporan kinerja membantu para pengguna dan administrator untuk mengidentifikasi masalah yang terkait dengan sumber daya sehingga mereka dapat mencoba menyelesaikan masalah apa pun. Jika sebuah komputer berjalan dengan sangat lambat, sebagai contoh, pemantau kinerja akan menentukan bahwa memori komputer sedang digunakan semuanya. Oleh karena itu, Anda perlu memertimbangkan untuk menambah memori tambahan pada komputer.
Gambar 9-7 Tampilan Kinerja dari Sistem Operasi
Komentar
Posting Komentar